WARNING

Peringatan merokok berbeda antara yang terdahulu dengan sekarang, peringatan yang terdahulu menggunakan kalimat “merokok dapat menyebapkan serangan jantung, kangker, impotensi dll. Kalimat itu merupakan kalimat yang tidak efektifmenurut kacamata bahasa sastra karena kalimat yang ditujukan sebagai bahasa peringatan/warning sentence. Berdasarkan para ahli bahasa kalimat peringatan seharusnya menggunakan kalimat pendek, tegas dan lugas yang memiliki kalimat simple mudah diingat tetapi memiliki penjelasan sendiri-sendiri tergantung dari individu masing-masing dalam mengartikannya. Mencari kata-kata seperti itu memang sangat sulit dibuat dan harus memerlukan diskusi dan pembahasan oleh para ahli bahasa sehingga kata yang digunakan mampu menokok terhadap sasaran yang dituju yaitu para perokok. Kalimat yang dulu digunakan kurang efektif dan terlalu panjang sehingga, diubah menjadi “peringatan merokok membunuhmu”. Dari segi struktur kalimat dari setiap kata tersebut telah sesuai dengan ejaan yang benar walaupun terasa sangat singkat apabila diperuntukkan untuk kalimat peringatan. Perubahnya sangat drastis dari kalimat terdahulu, tentunya kalimat yang sekarang memiliki kata yang mudah diingat tetapi kelemahanya adalah tidak memiliki makna spesifik seperti kalimat yang dahulu digunakan, kata merokok membunuhmu dianggap kalimat yang tidak realistis kalau dibandingkan dengan dengan kata serangan jantung, kangker, tumor, stroke yang anggapan konsumen hal yang menakutkan. Apalagi sekarang ada tambahan gambar menyeramkan seperti gambar kangker mulut, kangker paru-paru yang sebenarnya cocok dengan kaliamat yang digunakan terdahulu sehingga singkron antara gambar dengan peringatanya. Memang merokok mengakibatkan kematian namun, konsumen belum melihat secara nyata dan fakta di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *